Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Bagi mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika FKIP UAD yang mengambil mata kuliah Pendidikan Pancasila yang saya bina, bahan ajar tentang Pancasila dan Rezim Penguasa, dan kisi-kisi UAS dapat didownload di sini.

Bagi mahasiswa program studi PPKn yang mengambil mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar PKn, materi untuk pertemuan hari Sabtu, 24 Desember 2011 dapat didownload pada halaman UAD pada mata kuliah tersebut, atau klik di sini.

Untuk mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika UAD (semester 1 kelas A, B, dan E), bahan tayangan dan tugas untuk pertemuan minggu depan, Selasa 25 Oktober 2011 dapat dibuka pada halaman UAD.

Terimakasih

ABSTRAK Pembinaan karakter pada warga negara muda penting dilakukan. Sebab manusia yang berkarater baiklah yang mampu membangun kehidupan dengan sebaik-baiknya. Dewasa ini terdapat kecenderungan semakin tergerusnya karakter baik pada diri warga negara, seperti semakin meningkatnya fenomena penganiayaan, kekerasan, kejahatan, pelanggaran, dan perilaku korupsi. Tentu kita tidak ingin bangsa ini dihuni oleh warga negara yang tidak memiliki karakter baik, termasuk dalam diri warga negara muda sebagai pelangsung pembangunan bangsa. Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) sebagai organisasi otonom Muhammadiyah dipandang memiliki kontribusi besar dalam membina warga negara muda menjadi insan berkarakter baik. HW yang memiliki sejarah dan kontribusi besar dalam pembangunan bangsa sejak kelahirannya adalah sistem pendidikan di luar keluarga dan sekolah untuk anak, remaja, dan pemuda untuk membentuk mereka sebagai insan yang kuat dalam aqidah, fisik dan mental, berilmu dan berteknologi serta berakhlaqul karimah. Sehingga dengan bekal itu, pandu muda HW diharapkan dapat menjadi muslim yang sebenar-benarnya dan siap menjadi kader persyarikatan, umat, dan bangsa. Karena itu optimalisasi peran gerakan kepanduan HW akan memperkaya khazanah kepanduan nasional sebab dengan tiga prinsip dasarnya, yaitu pengamalan aqidah Islamiah; pembentukan dan pembinaan akhlak mulia menurut ajaran Islam; dan pengamalan kode kehormatan pandu, akan lahir warga negara muda yang memiliki karakter baik berbasis nilai-nilai agama Islam.

KATA KUNCI: kepanduan, kepanduan nasional, karakter, karakter baik, islam Lanjut Baca »

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

(QS Al Jumuah, 62:10).

 

Ketika memutuskan untuk mengikuti seleksi calon karyawan edukatif di sebua perguruan tinggi swasta di Yogyakarta, ada beberapa teman yang mengajukan pertanyaan “Mengapa harus ke Jogja?”, “Bagaimana dengan keluarga kecil yang sedang dibangun?” dan “Bagaimana pula dengan rumah dan beberapa pekerjaan di sini?”. Pertanyaan itu tentu saja pantas dan beralasan diajukan kepada saya. Sebab, ke depannya (kalau ternyata lolos dan dinyatakan diterima), sudah barang tentu waktu saya akan lebih banyak dihabiskan di kota pelajar itu, bukan di Bandung sebagaimana tempat tinggal sekarang.

Saya memahami betul pertanyaan-pertanyaan itu, dan berupaya mencari jawaban terbaik yang meyakinkan teman-teman bahwa saya pantas mengambil pilihan ini. Saya menjawab “ini mungkin sudah garis hidup, jalannya harus begini”. Saya rasa jawaban itu tepat diberikan atas pertanyaan tadi. Walaupun, tentu saja, ini adalah jawaban normatif sebagai upaya pembenaran yang semua orang bisa kemukakan.

Tetapi dalam reunungan saya, tentang cerita hidup yang dijalani beberapa hari terakhir ini, saya teringat akan firman Allah SWT dalam Al Qur’an. Menurut terjemahan yang saya temukan, firman Allah SWT itu diartikan sebagai berikut: Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung (QS Al Jumuah, 62:10).

Dengan keterbatasan cara berpikir dan pengetahuan tentang metodologi tafsir yang saya miliki, saya berupaya memaknai ayat itu. Beberapa istilah saya susun dan renungkan, shalat, bertebaran di muka bumi, karunia, mengingat Allah, dan beruntung. Dalam lintasan pikiran saya tersimpul, bahwa Allah demikian sayang kepada hamba-hamba-Nya, Dia memberikan panduan kepada hamba-Nya agar tergolongkan sebagai insan yang beruntung. Shalatlah, bertebaranlah di bumi Allah yang luas, dan carilah karunia-Nya, seraya tetap mengingat Allah sebanyak-banyaknya. Inilah barangkali rumus hidup untuk mencapai keberuntungan. Lalu adakah saya sedang bertebaran di bumi Allah dan mencari karunia-Nya? Wallahu’alam bisshawab.


 

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.