Terimakasih telah mengunjungi laman blog saya. Semoga blog ini dapat memberikan manfaat.
Terimakasih
Dikdik Baehaqi Arif
Terimakasih telah mengunjungi laman blog saya. Semoga blog ini dapat memberikan manfaat.
Terimakasih
Dikdik Baehaqi Arif
Ditulis dalam Tak Berkategori | Tinggalkan sebuah Komentar »
Terimakasih
Ditulis dalam 5584 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Untuk para mahasiswa Prodi PPKn, PBSI, PBI, dan FMIPA yang mengambil mata kuliah yang saya bina, silahkan membuka halaman UAD pada blog ini.
Terimakasih
Ditulis dalam Akademik, Bahan Kuliah, Tugas Kuliah | Bertanda Ilmu Kewarganegaraan, Kewarganegaraan, Kewiraan, Pendidikan Kewarganegaraan, Perencanaan Pengajaran | Tinggalkan sebuah Komentar »
ABSTRAK Pembinaan karakter pada warga negara muda penting dilakukan. Sebab manusia yang berkarater baiklah yang mampu membangun kehidupan dengan sebaik-baiknya. Dewasa ini terdapat kecenderungan semakin tergerusnya karakter baik pada diri warga negara, seperti semakin meningkatnya fenomena penganiayaan, kekerasan, kejahatan, pelanggaran, dan perilaku korupsi. Tentu kita tidak ingin bangsa ini dihuni oleh warga negara yang tidak memiliki karakter baik, termasuk dalam diri warga negara muda sebagai pelangsung pembangunan bangsa. Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) sebagai organisasi otonom Muhammadiyah dipandang memiliki kontribusi besar dalam membina warga negara muda menjadi insan berkarakter baik. HW yang memiliki sejarah dan kontribusi besar dalam pembangunan bangsa sejak kelahirannya adalah sistem pendidikan di luar keluarga dan sekolah untuk anak, remaja, dan pemuda untuk membentuk mereka sebagai insan yang kuat dalam aqidah, fisik dan mental, berilmu dan berteknologi serta berakhlaqul karimah. Sehingga dengan bekal itu, pandu muda HW diharapkan dapat menjadi muslim yang sebenar-benarnya dan siap menjadi kader persyarikatan, umat, dan bangsa. Karena itu optimalisasi peran gerakan kepanduan HW akan memperkaya khazanah kepanduan nasional sebab dengan tiga prinsip dasarnya, yaitu pengamalan aqidah Islamiah; pembentukan dan pembinaan akhlak mulia menurut ajaran Islam; dan pengamalan kode kehormatan pandu, akan lahir warga negara muda yang memiliki karakter baik berbasis nilai-nilai agama Islam.
KATA KUNCI: kepanduan, kepanduan nasional, karakter, karakter baik, islam Lanjut Baca »
Ditulis dalam Artikel Pilihan, Umum | Bertanda Athfal, Hizbul Wathan, Janji Pandu, Kepanduan, Kode Kehormatan Pandu, Muhammadiyah, Pandu, Pramuka | Tinggalkan sebuah Komentar »
Dari Anas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Berbahagialah orang yang tersibukkan dengan aibnya sehingga ia tidak memperhatikan aib orang lain.” Riwayat Al-Bazzar dengan sanad hasan.
Dewasa ini hampir tidak pernah kita lepas dari suguhan informasi tentang para pesohor negeri ini yang dikemas lewat infotainment (baca: gossip). Setiap hari, pagi, siang, sore, bahkan malam hari beragam acara televisi memanjakan mereka yang haus informasi para selebriti negeri ini. Mulai informasi kedekatan dua pasangan selebiriti, jalinan asmara, perkawinan, permasalahan rumah tangga, sampai perceraian disajikan dengan beragam cara untuk menarik publik. Bahkan tidak ketinggalan, informasi kelahiran, kematian juga menjadi tayangan yang tidak terlewatkan. Pokoknya, segala hal yang berkaitan dengan selebriti, baik atau buruk tersaji lewat infotainment itu. Masing-masing stasiun televisi mengemas infotainment semenarik mungkin tujuannya tiada lain adalah untuk meningkatkan rating acara mereka. Bahkan tidak jarang, gaya bicara yang melecehkan, dan tanggapan sinis disampaikan presenter infotainment demi mengundang rasa kepenasaran dan keingintahuan masyarakat.
Infotainment tidak cukup hanya disajikan lewat media televisi, beragam media cetak juga menjejali masyarakat dengan beragam infotainment yang tidak kalah derasnya dengan media televisi. Bahkan muncul media cetak khusus yang membahas tentang berita para pesohor negeri ini, bahkan diselipi berita selebriti dunia. Mereka berdalih, tujuannya memberikan informasi bagi masyarakat.
Derasnya infotainment yang disuguhkan kepada masyarakat telah menyebabkan segala sesuatu menjadi hal yang biasa di mata masyarakat. Pudarlah sekat wilayah privat yang menjaid hak pribadi setiap individu dan wilayah publik yang menjadi hak masyarakat umum, dan lepaslah kriteria benar (haq) dan salah (bathil). Untuk menyebut contoh, hamil di luar nikah, perzinahan, intim di depan publik, dan tindakan asusila lainnya ditanggapi oleh masyarakat sebagai hal biasa, tidak perlu dirisaukan, dan tak ada kaitannya dengan kriteria benar atau salah. Bagi para pelaku, tersebarnya aib tidak menyebabkan mereka merasa malu, malah sebaliknya, dengan bangganya mereka memperkenalkan anak hasil hubungan di luar nikah, memperkenalkan pasangan di luar nikah, bahkan mempertontonkan keintiman mereka di depan khalayak.
Jika perbuatan menceritakan atau menyiarkan aib seseorang dianggap sebagai hal yang biasa, masyarakat menanggapi berbagai informasi itu dengan sikap yang biasa-biasa pula, serta tidak ada rasa malu pada diri mereka yang berbuat, maka disadari atau tidak, kita tengah menanam benih kehancuran dalam masyarakat kita. Apabila terus dibiarkan, maka bukan mustahil kita akan menyaksikan masyarakat kita yang hancur karena tidak memiliki akhlak, watak, atau karakter baik sebagaimana diperlukan dalam membangun masyarakat.
Perbuatan menceritakan aib orang lain (dikenal dengan istilah ghibah) jelas-jelas terlarang dan perbuatan dosa. Ghibah berdosa karena menunjukkan adanya kezaliman terhadap orang lain dengan menyakiti hati orang yang digunjingkan. Bagaimana sesuatu bisa dianggap ghibah? Dalam salah satu keterangan hadits, Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tahukah kalian apa itu ghibah.” Mereka menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Beliau bersabda: “Yaitu engkau menceritakan saudaramu apa yang tidak ia suka.” Ada yang bertanya: Bagaimana jika apa yang aku katakan benar-benar ada pada saudaraku?. Beliau menjawab: “Jika padanya memang ada apa yang engkau katakan maka engkau telah mengumpatnya dan jika tidak ada maka engkau telah membuat kebohongan atasnya.” (Riwayat Muslim). Perumpamaan mereka yang melakukan ghibah dilukiskan Allah SWT dalam keterangan Al Qur’an, bahwasanya ghibah pada saudara seiman sama artinya dengan memakan bangkai saudara sendiri. Tentu saja perilaku memakan bangkai saudara adalah perbuatan menjijikan dan tidak normal.
Meski begitu, ada kesepakatan ulama yang memperbolehkan kita membicarakan orang lain. Kesepakatan itu adalah: 1) Membicarakan orang yang akan berbuat zalim (kepada kita) kepada orang yang dianggap mampu menangani masalah tersebut; 2)Membicarakan orang yang berbuat munkar kepada orang yang kita mintai bantuan untuk mengubah kemunkaran tersebut; 3) Membicarakan orang untuk dimintakan fatwa (mengenai orang tersebut); 4) Membicarakan orang untuk dijadikan cermin dalam kehidupan sehari-hari tanpa perlu menyebutkan nama orang yang bersangkutan (jika memang tidak diperlukan); 5) Mengumumkan atau menerangkan kefasikan seperti pemakai narkoba yang oleh pecandunya hal tersebut begitu dibangga-banggakan; dan 6) Mengetahui identitas orang yang diperlukan karena tidak cukup hanya dengan mengenal namanya saja.
Keenam hal di atas boleh dilakukan, sepanjang maksudnya sesuai. Tetapi, harus diingat bahwa siapa saja yang dapat menutup kekurangan saudaranya, maka sejatinya bukan saja ia menutup kekurangan saudaranya, tetapi ia telah menutup kekurangannya sendiri di dunia dan kelak di akhirat. Dalam salah satu keterangan hadits, Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa melepaskan kesusahan seorang muslim dari kesusahan dunia, Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat; barangsiapa memudahkan seorang yang mendapat kesusahan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat; dan barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan Akhirat; dan Allah selalu akan menolong hambanya selama ia menolong saudaranya.” (Riwayat Muslim).
Sudah saatnya, tayangan-tayangan yang melulu menceritakan kekurangan seseorang itu dihentikan. Masyarakat memang butuh informasi, tetapi hendaknya informasi itu disampaikan secara proporsional dengan mempertimbangkan dampaknya bagi masyarakat. “Berbahagialah orang yang tersibukkan dengan kekurangannya (aibnya) sehingga ia tidak memperhatikan kekurangan (aib) orang lain. Wallahu’alam bisshawab
Ditulis dalam Opini | Tinggalkan sebuah Komentar »
The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

The Blog-Health-o-Meter™ reads This blog is doing awesome!.
A Boeing 747-400 passenger jet can hold 416 passengers. This blog was viewed about 6,200 times in 2010. That’s about 15 full 747s.
In 2010, there were 5 new posts, growing the total archive of this blog to 39 posts. There was 1 picture uploaded, taking a total of 327kb.
The busiest day of the year was April 25th with 65 views. The most popular post that day was Bahan Kuliah.
The top referring sites in 2010 were facebook.com, google.co.id, search.conduit.com, lowongankerjamu.com, and id.wordpress.com.
Some visitors came searching, mostly for modul kuliah pengantar ilmu sosial, kompetensi kewarganegaraan, pendidikan kewarganegaraan di jepang, anotasi bibliografi, and makalah bhineka tunggal ika.
These are the posts and pages that got the most views in 2010.
Bahan Kuliah February 2009
7 comments
KOMPETENSI KEWARGANEGARAAN UNTUK PENGEMBANGAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL INDONESIA October 2009
3 comments
PKn dan Masyarakat Multikultural February 2009
Multikulturalisme-Bhinneka Tunggal Ika February 2009
3 comments
Pendidikan Kewarganegaraan di Jepang March 2009
1 comment
Ditulis dalam Tak Berkategori | Tinggalkan sebuah Komentar »