Etika Politik Iklan Parpol

Beberapa hari ini, publik kembali diramaikan oleh pemberitaan perseteruan beberapa petinggi partai politik yang merasa tersinggung (baca merasa tidak “sreg”)  dengan iklan salah satu partai politik yang menampilkan headline beberapa surat kabar yang mewartakan perseteruan beberapa petinggi partai politik, seperti menganggap pemerintah sedang main yoyo, sindiran lewat pantun, mengultimatum kader yang dianggap menyimpang dari garis perjuangan  partai, kemudian memunculkan satu partai – yang seolah-olah – ia berada pada jalan yang benar, jalan yang lurus, yang tidak terjebak pada pertikaian dan mengajak masyarakat untuk memilihnya.  

Pembuat iklan politik itu berdalih bahwa tayangan tersebut adalah (katanya) merupakan proses pendewasaan politik dan demokrasi masyarakat. Karena melalui iklan tersebut masyarakat diharapkan dapat mengambil pelajaran tentang realitas beberapa partai politik – para petinggi partai politik – untuk kemudian memilih partai politik yang tidak berperilaku seperti itu. 

Terlepas dari proses pendewasaan politik dan demokrasi bagi masyarakat, iklan partai politik tersebut telah mencederai bahasa (meminjam pernyataan Amien Rais) “etika politik adiluhung” yang semestinya diusung oleh siapapun mereka yang terjun dalam dunia politik, apalagi dengan tujuan utama mensejahterakan rakyat. Mengapa mencederai etika politik adiluhung? Sebab tanpa disadari, ia telah berlaku membuka “aib” partai politik lawan untuk kemudian mencari keuntungan darinya. Salah satu keterangan – yang saya tahu – bahwa orang yang terbaik adalah orang yang bisa menjaga aib orang lain. Lalu, mengapa hal itu tidak berlaku dalam partai politik? bukankah ada “etika” dalam politik? Wallahu’alam bisshawab.

2 thoughts on “Etika Politik Iklan Parpol

    • Etika itu mempunyai tujuan menerangkan kebaikan dan kejahatan. Etika politik dalam hal ini memiliki tujuan menjelaskan mana tingkah laku politik yang baik dan sebaliknya. Standar baik dalam konteks politik adalah bagaimana politik diarahkan untuk memajukan kepentingan umum dengan cara yang baik pula. Jadi kalau politik sudah mengarah pada kepentingan yang sangat pribadi dan golongan tertentu, terlebih dengan cara yang kotor, maka itulah etika politik yang buruk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s